Suria: Ratusan Penduduk Muslim Sunni Meninggalkan Kota Baida

Ratusan Penduduk Muslim Sunni Meninggalkan Kota Baida

Ratusan penduduk muslim sunni Kota Bania meninggalkan rumah-rumah mereka karena kekerasan sektarian setelah milisi yang loyal terhadap Presiden Bashar Al-Assah membantai puluhan penduduk sepanjang malam.

Menurut aktivis anti pemerintah telah terjadi pembantaian di Distrik Ras Al-Nabaa, Kota Bania. Pembantaian tersebut dilakukan oleh militer pemerintah dan milisi pro-Assad terhadap lebih dari 60 orang muslim sunni.

“Kami perkirakan ratusan keluarga meniggalkan Kota Bania menuju Kota Jableh dan Tartous,” kata Rami Abdelrahman, pimpinan The Syirian Observatory  yang bermarkas di Inggris. “Tapi tentara yang berjaga di pinggir Bania menyuruh mereka kembali pulang dan tidak perlu keluar kota. Juga ada pengumuman melalui pengeras suara di mesjid-mesjid, meminta mereka yang ingin meniggalkan Bania untuk kembali,” lanjutnya.

The Syrian Observatory yang merupakan kelompok pemantau pro-oposisi, mengirimkan video yang memperlihatkan terbunuhnya sepuluh orang di Ras Al-Nabaa. Separuh dari korban adalah anak-anak, beberapa diantaranya ditemukan dalam genangan darah, seorang balita ditemukan terbakar dengan kondisi mengenaskan. Sementara video lain memperlihatkan sekira 20 korban yang berasal dari satu keluarga, termasuk wanita dan 9 anak-anak.Video dan laporan para aktivis pro-oposisi tersebut tidak dapat disiarkan secara terbuka karena larangan pemerintah terhadap media independen.

Perlawanan terhadap rejim Al-Assad yang berlangsung selama 2 tahun dipimpin oleh mayoritas Muslim Sunni Syiria. Bentrok sektarian dan pembantaian telah meningkatkan jumlah korban tewas hingga mencapai lebih dari 70 ribu jiwa.

‘Alawi, sebuah kelompok dalam Islam Syiah,  merupakan pendukung utama Al-Assad yang juga berasal dari kelompok yang sama.

Kota Bania merupakan kantong pemukiman Islam Sunni yang berada di tengah wilayah yang didominasi Syiah ‘Alawi. Para aktivis pro-oposisi menuding keterlibatan milisi pro-pemerintah sebagai pelaku pembantaian etnik.

The Syirian Observatory mengatakan bahwa Kekuatan Pertahanan Nasional (KPN), sebuah kelompok paramiliter bentukan pemerintah berada di balik pembantaian di Bania. Kelompok yang merupakan pasukan cadangan ini dilatih dan berada di bawah komando penuh pemerintah. KPN juga mengambil alih tugas pasukan milisi sebelumnya yang dikenal sebagai Shabbiha, yang aktif dalam aksi teror dan pembunuhan terhadap masyarakat sipil.

Kelompok yang menamakan dirinya, Ahrar Al-Sham, sebagai kekuatan oposisi bersenjata, telah merilis video yang memperlihatkan penyerangan mereka ke Kota Qurdaha. Qurdaha adalah tempat lahir Hafez Al-Assah, ayah dari Bashar. Ahrar Al-Asham mengatakan serangan roket ini sebagai tindak balasan terhadap pembantaian penduduk Baida dan Bania. (aljazeera.com)

Berminat Iklan di Al – Intima’ ?

Silahkan kunjungi link ini atau hubungi kontak dibawah ini